Blog Archives

Voodoo, Rock berkualitas rasa Indonesia

Salam Untuk Dia” lagu  yang tenar banget di era 90-an, Kalo pembaca  ingat, pasti juga ingat dimana pada era tersebut, semua stasiun radio tiap hari memutar lagu tersebut dan menjadi ‘most request’ yang cukup berkibar. Kalau pun pembaca gak tahu lagunya dari judul saja, kemungkinan besar pembaca bakal ingat kalo dengerin lagunya.  Saya sendiri pun waktu lagu ini keluar juga masih umur 5 tahun, hehehe. tapi waktu SMP  denger lagu ini langsung familiar dengan lagu ini. Dan kemudian langsung penasaran sama penyanyinya, dan akhirnya jadi seneng banget sama lagu-lagu voodoo :).

Sayangnya, ketika era pop-rock mulai meredup, nama Voodoo pun pelan-pelan mulai tergerus. Malah mereka sempat “bubar” dan pecahannya itu tergabung dalam band yang bernama Opera.

Awalnya, Voodoo terbentuk di Jakarta pada tanggal 12 Juli 1991 oleh Edo Widiz (paul gilbertnya indonesia (^^) ). Kabarnya, band ini dinamakan Voodoo karena semua personilnya saat itu suka dengan hal2 yang berbau mistis dan tentu saja agar nama band ini mudah dikenal & diingat. Pada awalnya, voodoo dihuni oleh 3 personil, yaitu Edo Widiz pada gitar, Doddy Katamsi pada vokal, dan Adman Maliawan pada bass. Kemudian baru Ossa Sungkar bergabung sebagai drummer. Pada Saat pembuatan album demo untuk album pertama Voodoo, Dody (vocal) mengundurkan diri dan bergabung dengan group Elpamas. Dan sebagai penggantinya adalah Oppie. Dengan Formasi Edo (gitar), Awan (bass), Ossa (drum) & Oppie (vocal) pada akhir tahun 1993 Voodoo merilis album perdana yang memiliki dua versi, yaitu “1994 & Dawai Nurani” dengan hitsnya “Katakan & Dawai Nurani”. Pada pertengahan tahun 1994 Awan (bass) mengundurkan diri dan digantikan dengan Atenk. Pada bulan September 1995, Voodoo merilis album ke II dengan title W.O.B (Wis Ojo Bingung) yang disebut sebut sebagai “Most Wanted Album” dan menghasilkan hits “Salam Untuk Dia, Hasrat Jiwa & Abal – Abal”. Setelah beberapa saat beredarnya album W.O.B ini, Oppie (vocal) mengundurkan diri dan penggantinya ialah Yoyo Ragil. Pada Bulan Mei 1997, Voodoo merilis album Re-packaging yang bertitle “Selamanya”, dimana dalam album ini terdapat double single lagu “Selamanya & Cium”, sisanya adalah lagu dari album sebelumnya yang diaransemen ulang. Pada pertengahan tahun 1999 Voodoo merilis album ke IV yang dibertitel “OYEA (Ossa Yoyok Edo Atenk)” dengan lagu andalan “Hitam Putih & Prahara”. Ditahun 2000, Voodoo mempersembahkan sebuah album yang dikemas dalam “Kumpulan Lagu Terbaik” untuk para pencinta musik tanah air yang merupakan album terakhirnya.

Voodoo dikenal sebagai Read the rest of this entry

Advertisements