Sajak Hijau

Dunia menangis
Meradang, dirinya terguncang
Ah, bicara orang-orang adalah candu
Ketagihan suara ketika tangannya meraba jidatnya
Tanpa kala mereka menjadi komedi
Memainkan tubuh dunia di bawah kakinya
Panggung yang hanya satu
Penuh dengan goresan darah

Dunia mengukir sejarah
dengan perang dan darah
Namun Gusti menyimpan harapan
Disamping ketidakjujuran ini
Ada syair polos dan lugu

Dalam ruang
Pintu-pintu terbuka lebar
Kedengaran kemerduan bunyi tembang
Melantun syahdu
Beriramakan derit daun pintu
Banyak tangan
Meminta jawab Tuhan
Sedang ketukan hak sepatu amat lirih
Lirih sekali seperti tak ada bisikan
Semua menjadi serba bisu

Dunia akhirnya sependapat
Kita simpan hari saja
Menunggu pintu-pintu ruang tertutup
Dari dalam
Akhirnya terdengar jeritan
Syair-syair muda belia.

🙂

About PratamaAngga

bla bla bla bla bla

Posted on January 8, 2012, in celoteh. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: