Seusai Gerimis Malam-Malam

diatas para masih tersisa kenikmatan
sepi memagutnya perlahan
tak ada bulan jatuh
meminang malam menjelang larut
hanya jerit bayi terlepas dari tetek ibunya
dan sapi dikandang melenguh panjang
menjadi nyanyian pualam

aku melihatmu berjalan di beranda
mengetok-ngetok kaca jendela
diam sesaat membaringkan kesepian
di antara jejeran embun
bulan masih belum bertandang
sesekali tiupan angin membawa bau kenanga
meronce kabut diatas pilar-pilar kemerahan

Advertisements

About PratamaAngga

bla bla bla bla bla

Posted on October 17, 2011, in celoteh. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: