Monthly Archives: October 2011

Seusai Gerimis Malam-Malam

diatas para masih tersisa kenikmatan
sepi memagutnya perlahan
tak ada bulan jatuh
meminang malam menjelang larut
hanya jerit bayi terlepas dari tetek ibunya
dan sapi dikandang melenguh panjang
menjadi nyanyian pualam

aku melihatmu berjalan di beranda
mengetok-ngetok kaca jendela
diam sesaat membaringkan kesepian
di antara jejeran embun
bulan masih belum bertandang
sesekali tiupan angin membawa bau kenanga
meronce kabut diatas pilar-pilar kemerahan

Sajak Petemuan

satu detik kita tak jadi berpisah
kemerdekaan bukan hanya satu bentuk
dan perpisahan tidaklah mutlak
bagi setiap kematian

kita bukan pula tembok beteng yang membisu
hanya kata diam
ketika tangan-tangan menempeli pamflet
matahari yang mengeringkan lem
melarikan kertas-kertas
bersama tiupan angin

cobalah berlindung di batas senja
gelap merayap memantulkan cahaya jingga
malam merumahkan kembali
bersenggama dengan bumi

(PratamaAngga)